DEMOKRASINEWS, Serang, Banten -Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Indonesia (ETKI) BSD, Banten, diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan riset, industri, dan layanan modern. Hingga awal 2026, pengembangan kawasan tersebut menunjukkan tren positif dengan realisasi investasi mencapai Rp1,08 triliun.
Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang menyoroti peran strategis KEK ETKI BSD sebagai model kawasan ekonomi masa depan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Dr. Iwan Hermawan, ST., MM, mengatakan KEK ETKI dirancang tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru berbasis energi dan teknologi.

“Keberadaan KEK ini diharapkan mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah sektor industri di Banten,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melalui Ketua Komisi Ekonomi dan Keuangan (Ekwin) PWI Pusat, M. Purwadi, menyampaikan harapan besar terhadap pengembangan kawasan tersebut.
“Kami berharap KEK ETKI BSD dapat menjadi kawasan ekonomi khusus terkemuka di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi, pendidikan, dan kesehatan guna mendorong kemajuan ekonomi berkelanjutan,” kata Purwadi.
Menurutnya, integrasi ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing nasional, khususnya dalam menghadapi transformasi ekonomi berbasis inovasi dan sumber daya manusia unggul.
KEK ETKI BSD ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan menjadi kawasan ekonomi khusus pertama di Indonesia yang secara spesifik mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan. Kawasan ini diproyeksikan sebagai pusat inovasi, pengembangan ekonomi digital, serta penerapan teknologi terapan.
Dari sisi pengembangan, hingga 2026 kawasan ini telah menyerap 432 tenaga kerja. Target investasi jangka panjang KEK ETKI BSD dipatok mencapai Rp18,8 triliun. Pembangunan kawasan juga didukung konektivitas dan infrastruktur strategis, antara lain rencana operasional Stasiun Jatake pada kuartal I 2026, pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong, serta kawasan pabean yang dijadwalkan beroperasi pada Desember 2025.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Banten sebagai tuan rumah HPN 2026 sekaligus momentum memperkenalkan KEK ETKI BSD kepada publik nasional.
“Merupakan kehormatan bagi kami menjadi penyelenggara HPN 2026. KEK ETKI BSD menjadi simbol komitmen Banten dalam mengintegrasikan teknologi, pendidikan, dan kesehatan untuk mendorong kemajuan ekonomi berkelanjutan,” ujar Andra.
Ia menambahkan, pengembangan KEK ETKI BSD selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menitikberatkan pembangunan ekonomi berbasis inovasi, efisiensi teknologi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam proyeksi jangka panjang, kawasan tersebut diharapkan menjadi jembatan strategis antara ekosistem riset dan industri, sekaligus ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan talenta muda. Sinergi ini diyakini mampu mengubah hasil riset menjadi nilai tambah ekonomi yang produktif dan berdaya saing global.
Dengan potensi tersebut, KEK ETKI BSD dipandang sebagai salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi regional dan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi berbasis inovasi di masa depan.
Seminar nasional yang sedianya dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewo tersebut juga bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan langkah konkret pengembangan KEK ETKI.
Melalui diskusi dan pertukaran gagasan, pemerintah daerah berharap dapat memaksimalkan daya ungkit kawasan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta kolaborasi lintas sektor, KEK ETKI Banten diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi daerah sekaligus penopang daya saing industri nasional di masa mendatang. (Red/Prie/Rls)











