DEMOKRASINEWS, Metro – Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjudin,Sp.OG,(K), dan Wakil Walikota Metro Drs. H.Qomaru Zaman,MA pada kegiatan akhir pekan Minggu pagi ( 28/11/2021 ) menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si di pasar Payungi Jalan Kedondong RW-07 Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro.
Turut mendampingi Menteri PPPA RI yakni Anggota DPR RI Komisi VIII I Komang Koheri,SE, Deputi Kesetaraan Gender Lenny N. Rosalin dan Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Nahar.

Kunjungan tersebut selain disambut langsung oleh Walikota dan Wakil Walikota Metro juga Dandim 0411/KM Letkol Inf Andri Hadiyanto,M.Han., Kapolres Kota Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun,S.IK.,MH., Kajari Kota Metro Virginia Hariztavianne, SH,B,Bus,MM,MH, Sekda Kota Metro Ir Bangkit Haryo Utomo MT, Danramil 411-01/Metro Kapten Arm Tasman, Ketua TP-PKK Kota Metro Silfia Naharani Wahdi, Ketua GOW Kota Metro Asih Kusminah Qomaru, Ketua DWP Kota Metro Ace Yuli Wati Bangkit, Camat Metro Pusat Yahya, Lurah Yosomulyo Haris para OPD Kota Metro, Tokoh pemuda dan tokoh wanita Kelurahan Yosomulyo.
Kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ke Kota Metro ini melakukan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya melakukan dialog bersama Komunitas Pedagang Kuliner, Penandatanganan Naskah Komitmen Bersama Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Founder Payungi, Founder WES,m Founder Rumah Anak, Camat Metro Pusat, Lurah Yosomulyo), Pemberian Penghargaan kepada 5 Perempuan Penggerak Kota Metro, Launching Sekolah Penggerak Perempuan dan Launching Buku Ekonomi Pemberdayaan Perempuan.


Pada kesempatan tersebut, Walikota Metro Wahdi Siradjudin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang telah memberikan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dengan kategori Madya, Kota Layak Anak (KLA).
“Di kesempatan ini, izinkan kami Walikota dan Wakil Walikota menyampaikan Visi Kota Metro yaitu terwujudnya Kota Metro berpendidikan, sehat, sejahtera dan berbudaya. Salah satu program unggulannya adalah peningkatan kesehatan ibu dan anak dan KB, melalui JAMAPAI (Jaringan Masyarakat Perduli Anak dan Ibu) yang bertujuan mengintegrasikan dengan mengkolaborasi antara masyarakat, kader-kader kesehatan dan KB, Tim Penggerak PKK sampai dengan Dasawisma, Komunitas, Akedemisi, Pemerintah dan pelaku ekonomi dalam tujuh pilar.
Tujuh pilar tersebut, yakni mempersiapkan diri dalam proses membentuk keluarga siap reproduksi, sehat dan sejahtera, kehamilan yang direncanakan, ANC berkualitas dengan QPCQ (Quality of Prenatal Care Quessioneiri),” jelas Walikota.
Selanjutnya Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, I Komang Koheri mengatakan, disini adalah tempat belajar, anak-anak dan perempuan dalam mengembangkan inovasi menuju Indonesia Maju, serta memperdayakan perempuan. Mari kita dukung bersama-sama agar Kota Metro menjadi kota yang ceria dan Maju Berjaya.
Saya juga berharap, kaum perempuan di Kota Metro ini, jangan cuma ada, namun harus berdaya. Karena kaum perempuan dihormati, maka tempat tersebut akan ada kesejahteraan dan kejayaan. Hari ini saya membawa Ibu Menteri ke Kota Metro, karena di Kota Metro adalah sumber inspirasi dan Kota Metro ini kota yang ramah dan ceria, serta Payungi Institut ini merupakan tempat belajar para perempuan untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Lampung,” jelasnya.
Sementara dalam sambutannya Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, “ Sebagai Walikota memang harus saling mendukung bahu membahu bersama, baik dalam kesinergitasan bersama unsur Forkopimdanya, agar dapat mencapai tujuan yaitu menjadikan Indonesia Maju.
“Pemerintah Kota Metro yang telah menjadikan pasar Payungi, bukan hanya untuk tempat kegiatan jual beli saja, namun juga sebagai sarana mendukung warga untuk mengasah bakat dalam dunia usaha yang mayoritas digerakkan oleh kaum perempuan,” tegasnya.
“Seperti kita ketahui bersama pertumbuhan ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan indikasi utama dalam kesejahteraan bangsa. Sebab dari setengah populasi yang ada di Indonesia diharapkan perempuan jangan hanya ada, namun harus juga berdaya dan dibimbing agar berani berbicara serta berani berkarya. Sebab potensi yang ada dalam perempuan harus dioptimalkan untuk mewujudkan perempuan Lampung yang berdaya saing,” pesan Menteri PPPA.
“Saya yakin dan percaya peluang serta kesempatan itu ada, jika kita bersama-sama berkolaborasi dalam pemberdayaan perempuan untuk melindungi anak sebagai penerus bangsa,” harapnya.
Usai memberikan sambutan, Menteri PPPA selanjutnya melakukan dialog bersama Komunitas Pedagang Kuliner dan melakukan Penandatanganan Naskah Komitmen Bersama Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Founder Payungi, Founder WES,m Founder Rumah Anak, Camat Metro Pusat, Lurah Yosomulyo) dan Pemberian Penghargaan kepada 5 Perempuan Penggerak Kota Metro.
Sebelum kembali, Menteri PPPA menyempatkan diri untuk mengunjungi Literasi Perempuan Membatik di Sekam dan Hasil Karya Batik Anak Disabilitas di Dekranasda Kota Metro.(*)
Pewarta – Fahmi.
Tim DemokrasiNews











