• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

DemokrasiNews
11/11/2020
in Nasional, Tokoh
Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

DEMOKRASINEWS, Jakarta –Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, tiga daerah yang dipimpin kader PDI Perjuangan menerima penghargaan sebagai “Kota Mahasiswa” atau City of Intellectual”. 

Penghargaan tersebut berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hafid Abbas.

 Ketiga daerah itu adalah Kota Semarang dipimpin Walikota Hendrar Prihadi, Kota Solo dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini. Mereka diumumkan sebagai penerima penghargaan dalam acara yang digelar secara offline dan daring oleh UNJ, pada Selasa (10/11/2020).

Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, bersama Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat hadir secara virtual pada acara pemberian penghargaan tersebut. 

Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

“Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya, itu adalah anak-anak dari partai saya,” kata Megawati sambil tersenyum. 

Menurut Ketua Umum, para kepala daerah itu bisa membangun kotanya menjadi city of intellectual karena mereka selalu diajarkan oleh partai, bagaimana harus menjadi pemimpin yang memperjuangkan rakyat. 

“Saya bilang ke Hendi (sapaan Hendrar Prihadi, red), ketika saya rekomendasi, tugasmu cuma satu, bikin Kota Semarang jadi bagus seperti kriteria disampaikan Pak Hafid Abbas tadi,” ujar Megawati. 

“Sama juga sama Rudy di Solo. Saya tugasi, tolong bikin rakyat di Solo nyaman. Saya dengar universitas di sana ini juga buka bagian boga. Bayangkan Kota Solo itu makanannya enak-enak. Saya pernah diajak kawan saya, mau sholat subuh, kembali sholat subuh lagi, untuk wisata kuliner. Rasanya enak dan murah meriah. Tapi intinya, kenapa Solo bisa demikian? Karena pemimpinnya mengerti dan mendalami kebutuhan rakyatnya,” beber Megawati.

Megawati justru menyayangkan Kampus UNJ di Rawamangun, Jakarta, belum masuk kategori city of intellect. Padahal, prasasti yang pertama kali menyampaikan visi itu justru berada di sana.

“Sayang kan kalau Rawamangun belum berhasil jadi city of intellect. Jadi para akademisi, saya mohon sangat, secara akademis kita melihat kita ini tujuannya mau kemana,” kata Megawati.

“Karena saya juga saksi hidup di Jakarta ini. Dulu waktu pindah dari Yogyakarta ke Jakarta pada 1950 an… …. Tetapi sekarang Jakarta ini jadi amburadul. Karena apa? Seharusnya jadi city of intellect bisa dilakukan. Tata kota, masterplan-nya, siapa yang buat? Tentu akademisi, insinyur, dan sebagainya,” ulas Megawati.

Untuk diketahui, Proklamator RI Bung Karno pertama kali menyebutkan “Kota Mahasiswa” saat menandatangani prasasti gedung UNJ pada tahun 1953. Visi itu tak dipahami hingga pada 2010, masyarakat internasional mengenalnya setelah pertama kali Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia pada 2010.

QS menjelaskan bahwa satu kota patut disebut sebagai Kota Mahasiswa apabila di kota itu sudah terdapat minimal dua perguruan tinggi bereputasi yang melayani masyarakat berpenduduk lebih 250 ribu jiwa. Selain itu, kriteria lainnya adalah kehadiran mahasiswa internasional dengan pertimbangan bahwa kota itu ramah terhadap perbedaan latar belakang budaya, gaya hidup yang toleran, dan inklusif. Termasuk  apakah kota itu aman, tidak ada konflik, nyaman, dan terdapat banyak peluang kerja setelah tamat, dan seterusnya. Lalu aspek keterjangkauan terkait biaya kuliah dan biaya hidup, dan ketersediaan transportasi publik maupun kemudahan bepergian, serta keindahannya.(*)

Tim Redaksi DemokrasiNews 


Berita Terkini

Berlari Bersama untuk Pers Nasional, Pangdam XXI/Radin Inten Dukung Kick Off HPN-Porwanas 2027
Advertorial

Berlari Bersama untuk Pers Nasional, Pangdam XXI/Radin Inten Dukung Kick Off HPN-Porwanas 2027

DemokrasiNews
20/08/2026
Melinting Fest 2026: Seribu Penari Siap Hidupkan Warisan Keratuan Melinting di Lampung Timur
Sosial Budaya

Melinting Fest 2026: Seribu Penari Siap Hidupkan Warisan Keratuan Melinting di Lampung Timur

DemokrasiNews
20/08/2026
Akademisi Soroti Ukom Eselon II Lampura: Jangan Jadi Sandiwara Administratif
Opini

Akademisi Soroti Ukom Eselon II Lampura: Jangan Jadi Sandiwara Administratif

DemokrasiNews
20/08/2026
Rawa Pitu dan Asa Menjadi Lumbung Pangan yang Sesungguhnya
Desa

Rawa Pitu dan Asa Menjadi Lumbung Pangan yang Sesungguhnya

DemokrasiNews
20/08/2026
Lampung Timur Perkuat Satgas Demimas, Dorong Migrasi Aman dan Perlindungan Pekerja Migran
Advertorial

Lampung Timur Perkuat Satgas Demimas, Dorong Migrasi Aman dan Perlindungan Pekerja Migran

DemokrasiNews
19/08/2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi
Peristiwa

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi

DemokrasiNews
16/08/2026

Related News

3 Arahan Presiden pada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Covid-19

3 Arahan Presiden pada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Covid-19

27/07/2020
Covid-19 : PWI Lampung Timur Himbau Pasangan Calon Kepala Daerah Sosialisasi Di Media

Covid-19 : PWI Lampung Timur Himbau Pasangan Calon Kepala Daerah Sosialisasi Di Media

11/09/2020
4 Pemburu Hutan Way Kambas Ditangkap, 1 Pelaku Melarikan Diri

4 Pemburu Hutan Way Kambas Ditangkap, 1 Pelaku Melarikan Diri

15/02/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/