• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

DemokrasiNews
11/11/2020
in Nasional, Tokoh
Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

DEMOKRASINEWS, Jakarta –Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, tiga daerah yang dipimpin kader PDI Perjuangan menerima penghargaan sebagai “Kota Mahasiswa” atau City of Intellectual”. 

Penghargaan tersebut berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hafid Abbas.

 Ketiga daerah itu adalah Kota Semarang dipimpin Walikota Hendrar Prihadi, Kota Solo dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini. Mereka diumumkan sebagai penerima penghargaan dalam acara yang digelar secara offline dan daring oleh UNJ, pada Selasa (10/11/2020).

Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, bersama Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat hadir secara virtual pada acara pemberian penghargaan tersebut. 

“Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya, itu adalah anak-anak dari partai saya,” kata Megawati sambil tersenyum. 

Menurut Ketua Umum, para kepala daerah itu bisa membangun kotanya menjadi city of intellectual karena mereka selalu diajarkan oleh partai, bagaimana harus menjadi pemimpin yang memperjuangkan rakyat. 

Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat Megawati: Kepala Daerah Diajarkan Partai Untuk Jadi Pemimpin yang Perjuangkan Rakyat

“Saya bilang ke Hendi (sapaan Hendrar Prihadi, red), ketika saya rekomendasi, tugasmu cuma satu, bikin Kota Semarang jadi bagus seperti kriteria disampaikan Pak Hafid Abbas tadi,” ujar Megawati. 

“Sama juga sama Rudy di Solo. Saya tugasi, tolong bikin rakyat di Solo nyaman. Saya dengar universitas di sana ini juga buka bagian boga. Bayangkan Kota Solo itu makanannya enak-enak. Saya pernah diajak kawan saya, mau sholat subuh, kembali sholat subuh lagi, untuk wisata kuliner. Rasanya enak dan murah meriah. Tapi intinya, kenapa Solo bisa demikian? Karena pemimpinnya mengerti dan mendalami kebutuhan rakyatnya,” beber Megawati.

Megawati justru menyayangkan Kampus UNJ di Rawamangun, Jakarta, belum masuk kategori city of intellect. Padahal, prasasti yang pertama kali menyampaikan visi itu justru berada di sana.

“Sayang kan kalau Rawamangun belum berhasil jadi city of intellect. Jadi para akademisi, saya mohon sangat, secara akademis kita melihat kita ini tujuannya mau kemana,” kata Megawati.

“Karena saya juga saksi hidup di Jakarta ini. Dulu waktu pindah dari Yogyakarta ke Jakarta pada 1950 an… …. Tetapi sekarang Jakarta ini jadi amburadul. Karena apa? Seharusnya jadi city of intellect bisa dilakukan. Tata kota, masterplan-nya, siapa yang buat? Tentu akademisi, insinyur, dan sebagainya,” ulas Megawati.

Untuk diketahui, Proklamator RI Bung Karno pertama kali menyebutkan “Kota Mahasiswa” saat menandatangani prasasti gedung UNJ pada tahun 1953. Visi itu tak dipahami hingga pada 2010, masyarakat internasional mengenalnya setelah pertama kali Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia pada 2010.

QS menjelaskan bahwa satu kota patut disebut sebagai Kota Mahasiswa apabila di kota itu sudah terdapat minimal dua perguruan tinggi bereputasi yang melayani masyarakat berpenduduk lebih 250 ribu jiwa. Selain itu, kriteria lainnya adalah kehadiran mahasiswa internasional dengan pertimbangan bahwa kota itu ramah terhadap perbedaan latar belakang budaya, gaya hidup yang toleran, dan inklusif. Termasuk  apakah kota itu aman, tidak ada konflik, nyaman, dan terdapat banyak peluang kerja setelah tamat, dan seterusnya. Lalu aspek keterjangkauan terkait biaya kuliah dan biaya hidup, dan ketersediaan transportasi publik maupun kemudahan bepergian, serta keindahannya.(*)

Tim Redaksi DemokrasiNews 


Berita Terkini

Gus Adib Pimpin FKPP Tulang Bawang, Kyai Dorong Kemandirian Pesantren
Edukasi

Gus Adib Pimpin FKPP Tulang Bawang, Kyai Dorong Kemandirian Pesantren

DemokrasiNews
09/10/2026
1.233 P3K Paruh Waktu di Tulang Bawang Jalani Validasi Faktual, Kinerja Jadi Dasar Perpanjangan Kontrak
Nasional

1.233 P3K Paruh Waktu di Tulang Bawang Jalani Validasi Faktual, Kinerja Jadi Dasar Perpanjangan Kontrak

DemokrasiNews
06/10/2026
Mutasi Perdana Kapolri Suyudi Sentuh Bareskrim, Intelkam, Irwasum hingga 19 Kapolda
Nasional

Mutasi Perdana Kapolri Suyudi Sentuh Bareskrim, Intelkam, Irwasum hingga 19 Kapolda

DemokrasiNews
04/10/2026
Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Nasional

Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

DemokrasiNews
02/10/2026
Denny Ramadhan Hidupkan Transfer Knowledge, Jadikan Pengalaman Purnakarya Bekal Generasi Penerus
Edukasi

Denny Ramadhan Hidupkan Transfer Knowledge, Jadikan Pengalaman Purnakarya Bekal Generasi Penerus

DemokrasiNews
30/09/2026
Gubernur Mirza Tinjau Jalan Negara Ratu–Ketapang, Pemprov Lampung Siapkan Rp6,8 Miliar
Tokoh

Gubernur Mirza Tinjau Jalan Negara Ratu–Ketapang, Pemprov Lampung Siapkan Rp6,8 Miliar

DemokrasiNews
29/09/2026

Related News

Komisi VIII DPR Setujui Anggaran Kemensos TA 2022 Sebesar Rp78,25 Triliun

Komisi VIII DPR Setujui Anggaran Kemensos TA 2022 Sebesar Rp78,25 Triliun

21/09/2021
Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin Apresiasi BNPT

Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin Apresiasi BNPT

16/06/2021
Tim Inafis Lakukan Olah TKP Kasus Penemuan Mayat Pelajar SMK di Mesuji

Tim Inafis Lakukan Olah TKP Kasus Penemuan Mayat Pelajar SMK di Mesuji

30/05/2024

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/