DEMOKRASINEWS, Pringsewu, 12 Oktober 2026 – Sopir truk Fuso bermuatan pasir yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Pekon Podosari, sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengaku tuas persneling kendaraannya terlepas saat hendak memindahkan gigi di jalan menurun. Truk tersebut kemudian meluncur tak terkendali hingga menabrak sejumlah kendaraan dan menewaskan dua pelajar SMP.
Pengemudi bernama Nablan Subari (41), warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, kini menjalani pemeriksaan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pringsewu setelah menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo mengatakan, Nablan mendatangi Polsek Kalirejo beberapa jam setelah kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB tersebut.
“Pengemudi truk sudah kami amankan setelah yang bersangkutan menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo. Selanjutnya, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu menjemputnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Adi dalam keterangannya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra.
Berdasarkan pemeriksaan awal, Nablan mengaku mengemudikan truk Fuso bermuatan pasir dari Kalirejo, Lampung Tengah, menuju Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Saat melintasi jalan menurun di Pekon Sukoharjo, menjelang Jembatan Way Sekampung, ia berupaya memperlambat kendaraan dengan mengerem sekaligus menurunkan transmisi dari gigi tiga ke gigi dua.
Namun, menurut pengakuannya, tuas persneling terlepas dari dudukannya ketika hendak memindahkan gigi. Truk kemudian melaju tak terkendali dan menghantam kendaraan yang berada di depannya.
Setelah kejadian, Nablan mengaku panik dan meninggalkan lokasi kecelakaan menuju Kecamatan Kalirejo. Ia kemudian memutuskan menyerahkan diri ke kantor polisi.
Adi menegaskan, penyidik masih mendalami keterangan pengemudi tersebut. Polisi juga memeriksa kondisi kendaraan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Dua Pelajar Tewas di Lokasi
Kecelakaan itu melibatkan lima kendaraan, yakni truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH, Toyota Innova BE 1810 UW, Mitsubishi Pajero BE 1459 UC, sepeda motor Yamaha Mio, dan Honda PCX BE 2938 UAJ.
Dua pelajar SMP yang meninggal dunia adalah Maher Zain (13), warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, dan Rayhan Bintang (14), warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Keduanya meninggal dunia di lokasi akibat luka parah.
Sementara itu, M Rayhan (14), yang juga merupakan pelajar dan warga Kecamatan Kalirejo, mengalami luka berat. Korban mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Mitra Husada.
Pengemudi Toyota Innova, Riswanto, dan pengemudi Mitsubishi Pajero, Parlindungan Silaban (33), dilaporkan tidak mengalami luka. Adapun pengendara Honda PCX, Novia Arum (36), mengalami luka ringan, sedangkan anaknya yang berusia 10 tahun selamat tanpa luka.
Polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian tersebut, termasuk dugaan gangguan pada sistem transmisi dan pengereman truk. Pengakuan sopir mengenai tuas persneling yang terlepas belum menjadi kesimpulan penyebab kecelakaan dan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. ( Red/ Rls Tribratanews Polres Pringsewu )














