DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 2 Oktober 2026 — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, baik jenis bensin maupun solar, memicu keresahan masyarakat di Kabupaten Lampung Utara. Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lampung Utara, Khairul Anwar, mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM di sejumlah SPBU di wilayah tersebut.
“Dinas Perindustrian dan Perdagangan selalu secara rutin melakukan pengawasan kepada SPBU yang ada di Lampung Utara,” kata Khairul.
Menurut dia, Disperindag juga telah memberikan imbauan kepada pemilik maupun pengelola SPBU agar menjalankan kegiatan distribusi BBM sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Disperindag juga terus memberikan imbauan kepada pemilik ataupun pengelola SPBU untuk tidak melakukan hal-hal yang di luar aturan,” tegasnya.
Khairul mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM yang disalurkan ke wilayah Lampung Utara sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Disperindag Lampung Utara juga masih mempelajari berbagai faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya antrean panjang BBM di sejumlah SPBU. Pengawasan terhadap distribusi BBM disebut akan terus dilakukan untuk memastikan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini menegaskan kepolisian akan menindak dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi.
“Akan kami cari sampai ke mana pun. Jika ada informasi dari masyarakat, silakan segera laporkan kepada kami sehingga dapat segera kami tindak lanjuti dan mengungkap pelakunya,” kata Raswidiati.
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Utara melalui Unit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) mengungkap dugaan praktik pengecoran dan penimbunan BBM bersubsidi jenis solar di Kecamatan Bukit Kemuning.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial H alias Hardiyanto. Petugas juga menyita ratusan liter solar serta sejumlah sarana yang diduga telah dimodifikasi untuk mendukung aktivitas tersebut.
Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap lebih lanjut dugaan praktik tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak SPBU.
“Masih kami lakukan pendalaman,” ujar Raswidiati. (Red/Ipul/JM)














