DEMOKRASINEWS,Tulang Bawang, 25 Agustus 2026 — Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Tulang Bawang berkomitmen meningkatkan kinerja para kader dalam upaya mempercepat penanggulangan dan pencegahan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kinerja dan capaian ILS Tulang Bawang Semester II periode Januari –Juni 2026, yang digelar di kompleks SDMu Sang Surya, Kecamatan Banjar Agung, Senin (24/8/2026).
Presiden Direktur ILS Provinsi Lampung, Sudiyanto, S.Sos., bersama tim Monev melakukan evaluasi terhadap kinerja serta capaian para kader ILS Tulang Bawang.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, terdapat peningkatan capaian yang cukup signifikan dari kinerja kader pada awal Semester II dibandingkan periode sebelumnya.
Sudiyanto meminta seluruh kader mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kader untuk proaktif menjalankan tugas serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan tenaga kesehatan di wilayah kerja masing-masing.
“Para kader harus terus proaktif dalam menjalankan tugas dan membangun komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan,” pesan Sudiyanto.
Kolaborasi Kader dan Tenaga Kesehatan Jadi Kunci
Perwakilan Dinas Kesehatan Tulang Bawang, Wakil Supervisor (Wasor) TBC, Priyo Gunanto, S.Kep., menyampaikan apresiasi kepada para kader ILS yang selama ini telah berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC.
Menurutnya, keterlibatan kader di tengah masyarakat sangat penting, terutama dalam meningkatkan kesadaran mengenai bahaya TBC, penularannya, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas.
Priyo juga mengajak seluruh masyarakat Tulang Bawang mendukung program pemerintah dalam penanggulangan TBC.
Ia berharap upaya bersama tersebut mampu menekan penularan sehingga kasus TBC di Tulang Bawang dapat terus berkurang.
“Jika ada pasien yang dinyatakan positif TBC, tetap optimistis untuk sembuh. Jangan menganggap TBC sebagai penyakit kutukan. Dengan rutin mengonsumsi obat sesuai arahan dokter dan menerapkan pola hidup sehat, TBC dapat disembuhkan,” ujarnya.
Selain memberikan pendampingan kepada pasien agar disiplin menjalani pengobatan, kader ILS juga memiliki peran penting dalam melakukan edukasi serta pendampingan terhadap anggota keluarga yang melakukan kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien.
Pendampingan tersebut antara lain mendorong kontak serumah yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Planning, Monitoring, Evaluation and Learning (PMEL) ILS Tulang Bawang, Jasyadi, mengaku bersyukur atas peningkatan kinerja kader pada awal Semester II 2026.
Menurut Jasyadi, capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dibandingkan Semester I. Ia berharap tren peningkatan kinerja tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada periode berikutnya.
Saat ini, ILS Tulang Bawang memiliki 37 kader dan tiga koordinator kader yang tersebar di 20 puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang.
Jasyadi meminta para kader semakin aktif melakukan investigasi kontak secara cepat dan tepat. Menurutnya, semakin cepat kontak terduga TBC ditemukan dan ditindaklanjuti, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya penularan lebih luas.
“Harapannya kader lebih giat melakukan investigasi kontak secepatnya agar penyebaran TBC dapat segera diatasi. Hasil kegiatan juga harus segera dilaporkan melalui koordinator kader masing-masing untuk diinput, sehingga setiap kerja keras kader dapat tercatat dan mendapatkan apresiasi sesuai mekanisme ILS,” kata Jasyadi.
Upaya penanggulangan TBC di Tulang Bawang juga diperkuat dengan berbagai program pemerintah daerah. Saat ini Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menindaklanjuti edaran Gubernur Lampung terkait program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini berbagai penyakit.
Dalam konteks penanggulangan TBC, deteksi dini, investigasi kontak, pengobatan yang tuntas, serta perubahan perilaku hidup sehat merupakan bagian penting dalam memutus rantai penularan.
Karena itu, keberhasilan mewujudkan Tulang Bawang yang terbebas dari TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan maupun kader. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting, mulai dari mengenali gejala, memeriksakan diri, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, hingga mendukung pasien agar menyelesaikan pengobatan.
ILS Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kinerja kader dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga pasien, dan masyarakat, upaya menuju Tulang Bawang yang semakin bebas dari TBC diharapkan dapat terwujud.( Red/Sendi Gunawan)











