DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menggelar pertemuan evaluasi cabang olahraga (cabor) anggar di Kantor KONI Lampung, Gedung Pemuda Way Halim, Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari pemantapan persiapan cabor yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado, Agustus mendatang.
Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan pada 2026 KONI memiliki agenda khusus melalui pelaksanaan event bela diri tahap dua, dengan anggar menjadi salah satu cabor prioritas. Evaluasi dilakukan berbasis data prestasi atlet serta kesiapan teknis jelang PON Bela Diri.
Dalam pertemuan tersebut, KONI juga menyoroti keterbatasan sarana latihan yang dihadapi cabor anggar pascarelokasi dari Pahoman ke Gedung Hall B. Lokasi tersebut digunakan bersama sejumlah cabor lain sehingga dinilai kurang ideal, mengingat anggar membutuhkan peralatan khusus dan konsentrasi tinggi dalam latihan.

Sebagai solusi sementara, KONI Lampung menyediakan tempat latihan di lantai dua Kantor KONI Provinsi Lampung, Gedung Sumpah Pemuda.
Meski diakui memiliki keterbatasan dari sisi ruang, pencahayaan, dan sirkulasi udara, fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan latihan atlet hingga pelaksanaan PON Bela Diri.
“Sasaran terdekat kita adalah PON Bela Diri. Untuk jangka panjang, KONI akan mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga agar menyiapkan gedung latihan khusus bagi anggar,” ujar Taufik.
Sementara itu, Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Lampung, Watoni Noerdin, mengapresiasi perhatian dan dukungan KONI terhadap cabor anggar. Menurutnya, meskipun sarana yang tersedia masih terbatas, langkah tersebut menjadi solusi nyata agar atlet tetap dapat berlatih secara berkelanjutan.
Terkait target di PON Bela Diri Manado, Watoni menegaskan anggar Lampung siap tampil maksimal. Berdasarkan pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan terbuka di sejumlah daerah, atlet anggar Lampung menunjukkan perkembangan positif dan daya saing tinggi.
“Kami berharap bisa menyumbangkan medali, bahkan emas, seperti capaian sebelumnya. Secara teknis atlet tidak tertinggal, tinggal menambah jam terbang untuk memperkuat mental bertanding,” ujarnya.(Red/Ato/Rhd)











